CV. Wiratama Perkasa Engineering is the representative of valves, steam system and control system
FAQ Technical

Kenapa Pressure Reducing Valve / PRV Kami Tidak Dapat Berfungsi Setelah Dipasang?

Studi kasus :
Menjadi suatu kebiasaan di PKS untuk memasang 1 unit Pressure Reducing valve untuk membantu kebutuhan steam di BPV, yang akan di distribusikan ke proses selanjutnya.

Akan tetapi, banyak sekali seleksi PRV yang hanya di lakukan dengan pertimbangan ukuran pipa yang tersedia. Misalkan pipa by-pass dari boiler adalah 3", maka di pesanlah PRV dengan ukuran yang sama, yakni 3"
Kebiasaan ini akan mengakibatkan sama sekali tidak berfungsinya PRV setelah di pasang. Sehingga pihak pabrik terpaksa hanya menggunakan By-pass valve ( apabila di pasang )
Apa yang harus di lakukan ??
Kami mengambil contoh : PKS dengan kapasitas 45 Ton/hr FFB.
Pihak pabrik akan mempertimbangkan menggunakan boiler 25 ton/hr @ 21 Barg. Steam turbine adalah yg berkapasitas 1000 kw dengan rate : 24,1 kg/kw = 24,1 ton/hr steam consumption.
Menurut Steam power material balance dari PKS berkapasitas 45 ton/hr,
Konsumsi steam di sterilizer adalah +/- 9,9 ton/hr. Untuk proses lainnya : Screwpress, Kernel recovery, dearator, boiler feed water tank, dsbnya : 12,6 ton/hr.
Pipa dari steam boiler untuk By-pass ke BPV, kami asumsikan 3".
Data yang perlu di ketahui sebelum menawarkan Pressure Reducing valve adalah :
1. Media ( Dalam kasus ini adalah Saturated Steam )
2. Tekanan inlet ( Dalam kasus ini = 21 Barg )
3. Tekanan Outlet ( Dalam kasus ini = 3,5 Barg )
4. Kapasitas : ( Parameter ini yang harus di perhatikan, kalau di perhitungkan kebutuhan sterilizer dan proses = 22,5 ton/hr )
Menjadi suatu pertimbangan, apakah semua steam 3 barg harus langsung dari by-pass boiler ?? Jawabannya Tidak. Karena dari unit Back pressure turbine, telah ada supply steam 3 bar. Sebanyak : 24,1 ton/hr.
Jadi harus di perhatikan kembali kapasitas steam untuk by-pass ke BPV.
5. Koneksi ( Dalam hal ini seharusnya adalah model flange )

Dari ke 5 data tersebut, baru kami akan menseleksi type dan ukuran PRV yang sesuai.

Beberapa hal yang harus di perhatikan adalah
- Ukuran pipa Inlet ( sebelum PRV ) & pipa Outlet (sesudah PRV), dari pengamatan kami,
Kita ambil contoh, pipa inlet 3". Pada tekanan 22 Bar, pipa tersebut hanya mampu menampung/ mengalirkan steam sebanyak 11,700 kg steam/hr.
Sedangkan Pipa outlet ada yang pakai 4", 6", maupun 8".
Kami ambil pipa berdiameter paling besar, yakni 8". Daya tampung pipa 8" pada tekanan 3 bar = 9.800 kg steam/hr.
Berarti : Kalaupun kita telah menyeleksi PRV yang sesuai dengan kebutuhan, akan tetapi pipa ( kami sebutkan sarana ) tidak cukup besar mengalirkan sejumlah yang di inginkan ??

Berarti penyeleksian PRV tidak boleh sama ukurannya dengan pipa inlet.
Beberapa pertimbangan pada instalasi PRV stasiun :

  • Pemasangan balancing pipa dengan panjang minimum 1,5 mtr. dari outlet PRV, sehingga balancing steam di peroleh dari aliran outlet steam yang sudah stabil.
  • Pemasangan Steam separator sebelum PRV
  • Pemilihan fitting yang benar (Dalam hal ini, harus memakai Eccentric Reducer di Inlet PRV). Hal ini untuk mencegah waterhammer.
  • Pemasangan Steam pot dan steam trap arrangement yg benar (baik inlet dan outlet PRV)

CV. Wiratama Perkasa Engineering telah berpengalaman dalam Seleksi, supply and commision PRV stasiun untuk berbagai aplikasi, baik PKS ( pabrik kelapa sawit, Refineries dan Biomass Power generation, juga dearator. Bahkan system dengan Differential pressure yang tinggi/besar serta De-superheater system. Kami bukan hanya mensupply PRV, akan tetapi, kami memberikan solusi terbaik untuk memastikan investasi anda setimpal dengan hasil yang di inginkan, safety, dan dapat di andalkan