CV. Wiratama Perkasa Engineering is the representative of valves, steam system and control system
FAQ Technical

Kettenwulf Chains Technologies In Palm Oil Mill Application

Kettenwulf Chain Technology

Seiring dengan perkembangan zaman. Maka perkembangan teknologi di Industri juga terjadi perubahan khususnya pada Industri Kepala Sawit (Palm Oil Mill Industry).

Pada awal mulanya Industri Sawit hanya menggunakan peralatan dengan teknologi yang sangat sederhana dalam pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi minyak mentah. Dikenal dengan CPO (Crude Palm Oil). Salah satu peralatan yang digunakan dalam proses kerja adalah alat pembawa kelapa sawit (Conveyor).

Conveyor merupakan alat transportasi pengganti manusia untuk mengangkut bahan baku (TBS) yang akan di proses. Conveyor dapat diklasifikasikan beberpa jenis, yaitu :

  1. Belt Conveyor
  2. Chain Conveyor
  3. Screw Conveyor
  4. Pneumatic Conveyor

Pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai Chain Conveyor.

Chain Conveyor pada industri kelapa sawit merupakan “Urat Nadi”, dimana conveyor chain bertugas untuk mengangkut material dari awal bahan baku untuk diolah hingga akhir pengolahan.

Secara umum conveyor chain yang dipergunakan pada industri kelapa sawit mempunyai 2 ukuran 4” (inci) & 6” (inci) dan terdapat 2 tipe rantai, yaitu :

  1. Hollow Pin

Memiliki pin yang tidak padu, sehingga dalam penggunaannya diperlukan penambahan baut dalam pengikatan scrapper ataupun bucket.

KEUNGGULAN :

  • Mudah dalam merubah jarak bucket atau scrapper.
  • Dapat diaplikasikan dalam semua stasiun pengolahan.
  • Apabila terjadi kerusakan pada bucket atau scrapper tinggal memotong baut yang terpasang, tanpa merusak rantai

       KELEMAHAN :

  • Umur pemakaian yang relatif cepat
  • Breaking Load yang kecil
  • Perlu penambahan baut pada setiap pin
  • Menambah waktu kerja dalam pemasangan baut

 

  1. Solid Pin

Memiliki Pin yang padu dan tidak diperlukan penambahan baut.

Dapat diaplikasikan pada semua stasiun dengan penambahan kupingan/Attachment secara welded maupun integral attachment

  1. Solid Pin c/w K-2 Attachment
  • Umur pemakaian yang relatif lama
  • Dapat diaplikasikan dalam semua stasiun pengolahan.
  • Apabila terjadi kerusakan pada rantai. Harus dilakukan pemotongan pada rantai atau diganti per jarak sambungan rantai (1 roll).

 

  1. Solid Pin c/w Extended Pin

Sesuai dengan perubahan jaman, maka ide-ide akan rancangan rantai yang telah mengalami perkembangan.

Setelah dilakukan penelitian di lapangan dengan cara bertanya kepada pengguna rantai, konsultan serta kotraktor maka rantai Solid Pin di tingkatkan fungsinya yang lebih optimal dengan membuat Pin yang lebih panjang dengan variasi jarak per mata dan dinamai Rantai Solid Extended Pin.

KEUNGGULAN :

  • Umur pemakaian yang relatif lama
  • Breaking Load yang besar
  • Dapat memastikan jarak 2 sisi rantai  lebih presisi.
  • Dapat diaplikasikan dalam semua stasiun pengolahan khusunya stasiun dengan beban kerja yang berat dan dua jalur

           KELEMAHAN :

  • Harga yang relatif lebih mahal.
  • Apabila terjadi kerusakan pada bucket atau scrapper, tidak mudah untuk dilakukan perbaikan

 

 

  1. Solid Pin c/w Hollow Pin

Dikarenakan design Solid Extended Pin dirasakan mempunyai kelemahan dari sisi perbaikan butuh waktu yang lebih lama, yaitu bila terjadi kerusakan pada bucket / scrapper, maka rantai harus di longgarkan dan Extended Pin harus di buka keluar. Proses ini memerlukan waktu yang reatif lama.

Setelah mendengar keluhan dari konsumen, maka KettenWulf membuat suatu rantai baru untuk mengatasi masalah tersebut yaitu, dengan menggabungkan rantai Solid Pin dengan Hollow Pin dan dinamai dengan rantai kombinasi ( COMBI CHAIN )

KEUNGGULAN :

  • Umur pemakaian yang relatif lama
  • Dapat memastikan jarak 2 sisi rantai  lebih presisi.
  • Dapat diaplikasikan dalam semua stasiun pengolahan
  • Apabila terjadi kerusakan pada bucket atau scrapper, mudah untuk dilakukan perbaikan

            KELEMAHAN

  • Diperlukan penambahan baut pada setiap hollow pin

 

Seperti yang kita ketahui, pada umumnya kelemahan dari chain adalah terjadi keausan pada part rantai tersebut seperti keausan pada roller dan bushing.

Dampak keausan dari pemakaian rantai diakibatkan oleh :

  1. Stasiun kerja yang berat.
  2. Life time pemakian yang telah lama.
  3. Kurangnya maintenance (pembersihan kotoran serta minim pelumasan)

 

Hal yang selalu diinginkan konsumen ataupun user adalah agar dapat mengganti bushing ataupun roller yang sudah rusak. Maka keluhan tersebut di dengarkan oleh pihak Kettenwulf.

 

Dengan tindakan yang cepat KettenWulf melakukan research serta mendesign chain yang dapat memuaskan Kriteria chain yang customer inginkan. Dengan berani kettenwulf membuat chain dengan kriteria roller dan bushing yang dapat diganti, sehingga dapat mengurangi cost.

 

Rantai Outer Roller secara khusus di design ditujukan untuk penggunaan pada stasiun FFB (Fresh Fruit Bunch).

Alasan digunakan pada stasiun FFB adalah :

  1. Chain bekerja lebih berat
  2. Kandungan kotoran yang sangat banyak terutama material keras (pasir, kerikil, besi), fiber.
  3. Beban yang tidak merata pada tiap jarak bucket.
  4. Sering terjadi sentakan pada chain akibat dari benturan TBS
  5. Minimnya pelumasan

 

Dari semua pemaparan dari Conveyor Chain di atas, maka keunggulan produk KettenWulf Conveyor Chain di banding dengan chain yang lain adalah :

  1. Menggunakan kualitas bahan baku yang bermutu tinggi .
  2. Menggunakan High Technology dalam mendesign dan memproduksi Chain.
  3. Adanya penelitian dan peningkatan teknologi ( Research & Development ) chain untuk POM.
  4. In-house Heat Treatment dan Quality Control yang ketat menjamin hasil produksi sesuai standard
  5. Test certificate setiap batch produksi
  6. Mempunyai fitur-fitur yang belum tentu ada pada chain yang lain.

Fitur-fitur KETTENWULF CHAIN tersebut adalah :

  • Anti Twisting

Mencegah Pin dan bushing untuk berputar.

  • Round Rivetting pada Header  Pin

Fungsi :

Mengikat Pin ke plat lebih kuat hingga plat tidak mudah lepas dari pin.

  • Heat Treatment "in-house" pada Pin dan Bushing

Fungsi :

Memperlambat terjadinya keausan akibat gesekan.

  • Wear Plat Every 6th Link

Fungsi :

  1. Mengetahui Chain dalam keadaan alignment atau tidak.
  2. Melindungi header Pin dari gesekan